KOMSOS KEUSKUPAN WEETEBULA

Menu

SIDANG EVALUASI TAHUNAN KOMISI DAN PAROKI KEUSKUPAN WEETEBULA DIBUKA

Bapa Uskup memimpin misa pembukaan Sidang Komisi, Paroki dan Lembaga. 

Bertempat di Weetebula, hari ini Selasa 28 Januari 2020 dilakukan pembukaan Sidang Komisi dan Paroki-Paroki oleh YM. Uskup Keuskupan Weetebula. Para pastor, Suster, Frater, Sekretaris Dewan Paroki, Ketua Seksi Kepemudaan dan Ketua Orang Muda Katolik juga mengikuti kegiatan Evaluasi tahunan ini. Sidang Komisi tahun ini diawali dengan hari Studi bersama Rm. Fransiskus Emanuel Da Santo, Pr.  Sekretaris Eksekutif Komisi Kateketik KWI ini dalam pemaparan materinya menekankan tentang pentingnya Katekese. “Sebagai pengikut Kristus kita memiliki tugas dan panggilan untuk mentobatkan orang lain dan menggabungkannya menjadi anggota gereja Kristiani. Katekese menjadi jalan pengajaran iman bagi mereka yang menjadi sasaran dari pewartaan kita.” Rm. Festo menambahkan Katekese ini menjadi tanggung jawab seluruh gereja dalam gereja Partikular penanggungjawab utamanya adalah uskup. Katekese ini bukan tanpa soal dan tantangan.

Dalam hari Studi para Uskup pada tahun 2011, ditemukan dua (2) masalah utama  yakni: pertama, imam sebagai motor pastoral kurang memberi perhatian pada katekese. Kedua, kurangnya pembinaan yang berkelanjutan bagi katekis. Hal ini berdampak pada kurangnya keterlibatan umat saat Katekese. Sebenarnya tujuan dari Katekese adalah adanya pertobatan dalam diri umat. Pertobatan itu dapat menjadikan adanya persatuan antara umat dan Kristus dengan menjadikan gereja sebagai sarana perjumpaan tersebut. Untuk itu gereja harus terus memperbaharui diri. Untuk menjawab focus Pastoral Keuskupan Weetebula tahun 2020 yakni “Peningkatan Iman dan Pemberdayaan ekonomi Orang Muda Katolik” Romo asal Keuskupan Larantuka ini, menawarkan agar memikirkan cara dan strategi yang sungguh menjawabi kebutuhan para OMK kita. P. willy Ngongo Pala, CSsR menambahkan, ada 5 (lima) jenis OMK kita yakni : pertama, mereka yang tidak peduli pada gereja, Kedua, mereka yang hanya datang ikut misa, Ketiga, Yang ikut misa, selalu berkumpul dan selalu ada di sekitar DPP (Aktif), Keempat,  mereka yang selalu mengambil bagian dalam kegiatan OMK, dan Kelima,  Mereka yang mau mati hidup untuk OMK. Kelompok OMK kita ini, harus sungguh tersentuh oleh pewartaan iman dan terlebih harus disapa untuk menjadi Orang Muda yang hidup dan kreatif. Untuk focus pastoral tahun ini ada dua dokumen yang menjadi sumber dan pedoman utama yakni “Christus Vivit dan Orang Muda Iman Dan Penegasan Panggilan.” dengan dua dokumen ini, ada harapan bahwa OMK bisa memiliki iman yang kuat dan siap menjadi pribadi yang tetap mencintai iman Katolik. Selain itu Orang Muda juga dapat memiliki ekonomi yang mantap berkat bantuan banyak pihak yang turut membantu dan memiliki keprihatinan bagi OMK.                   

Gembala Keuskupan Weetebula YM. Mgr. Edmund Woga, CSsR dalam kotbahnya pada misa pembukaan Sidang Komisi mengatakan “Katekese yang berhasil baik diperoleh dari adanya sikap mendengarkan dan melakukan sabda Allah.” Seorang agen pastoral dan sekaligus sebagai fasilitator yang  baik, pertama-tama haruslah menjadi motor utama yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya. Dia membiarkan dirinya disentuh oleh sabda Allah dan kemudian menjadi pelaku aktif sabda itu. Dengan demikian, ia adalah ibu dan saudara dan saudari Yesus. Untuk menterjemahkan maksud itu, Mgr. Edmund pada seremonial pembukaan Sidang Komisi dan Paroki di Gedung Serba Guna menegaskan “Katekese yang hidup dimulai dalam diri para Pastor. Pastor harus mampu menjadi sahabat bagi rekan imam dan umat yang digembalakannya.” Semua program yang ada di paroki, akan berjalan dengan baik dan maksimal jika terjadi kerja sama yang baik antara para pastor dan Dewan Pastoral Paroki lainnya.  Ada perhatian kita dalam berpastoral tetapi juga terdapat keprihatinan yang masih muncul hingga saat ini. Sampai sekarang focus pastoral kita masih bergerak pada dua hal ini yakni Peningkatan Iman dan Pemberdayaan Ekonomi Umat. Kita menggunakan media social yang ada namun jangan melupakan sarana budaya dalam katekese kita. Bapa Uskup berharap agar tahun ini, banyak Orang Muda yang sungguh memiliki iman yang mantap dan ekonomi yang menjanjikan.
Sidang evaluasi Komisi dan paroki-paroki ini secara simbolis ditandai dengan pengetukan palu sebanyak tiga kali oleh Uskup. Hari Studi dan pembukaan Sidang Komisi hari I ditutup dengan makan malam dan rekreasi bersama di Gedung Serba Guna. Sidang Komisi akan dilanjutkan esok hari untuk mendengarkan laporan hasil evaluasi dan Program kerja Paroki, Komisi dan Lembaga untuk tahun

Shopping Basket
Translate »