KOMSOS KEUSKUPAN WEETEBULA

Menu

KUNJUNGAN KURIA KEUSKUPAN KE CALON QUASI PAROKI MANGGANIPI

Menjelang akhir tahun 2018, Dewan Pastoral Paroki St. Maria, Homba Karipit mengirim proposal pemekaran paroki Homba Karipit ke keuskupan. Sebagai tanggapan atas proposal tersebut, Kuria Keuskupan Weetebula mengadakan kunjungan ke Paroki Homba Karipit. Kunjungan dimaksudkan agar Kuria Keuskupan mendapat gambaran lebih jelas tentang usulan pemekaran paroki sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam rapat dewan penasihat keuskupan akhir Maret 2020.

Pertemuan dilaksanakan di stasi Mangganipi (calon pusat Quasi paroki) pada tanggal 10 Maret 2020 pukul 16.30-selesai. Pertemuan dihadiri oleh para pastor dan diakon yang berkarya di Paroki Homba karipit (P. Ferdi, CSsR, Rm. Kristo Ngasi, P. Antoni, CSsR, D. Sius, CSsR), Dewan Harian, tokoh umat, pembina umat/guru agama dan dewan stasi dari lima stasi (Mangganipi, Harahudo, Ikit, Karara, sub stasi Langgalete) yang nantinya akan bergabung dalam calon quasi paroki. Dari Kuria Keuskupan hadir lengkap yakni Bapa Uskup, P. Vikjen, P. Sekjen dan Ekonom.

Dalam presentasi selayang pandang calon quasi paroki, Sekretaris Dewan paroki menyampaikan segala informasi yang perlu kepada Kuria Keuskupan mulai dari latar belakang, tujuan pemekaran paroki, data umat, tenaga pastoral, potensi-potensi sumber daya manusia dan potensi finansial-ekonomi, sarana pendukung serta tantangan-tantangan yang ada. Bertolak dari kenyataan luasnya wilayah paroki  (15 stasi dan 2 sub stasi), besarnya jumlah umat yang dilayani (24.950 jiwa) bahkan menjadi jumlah terbesar di antara semua paroki sekeuskupan, tidak sebanding dengan jumlah imam yang melayani maka pemekaran paroki menjadi pilihan strategis yang dianggap menjawab kebutuhan iman umat dan pelayanan pastoral yang memadai.

Setelah presentasi selayang pandang oleh Sekretaris Dewan Paroki, Kuria Keuskupan memberikan tanggapan. Bapa Uskup menyampaikan apresiasi atas usulan pemekaran paroki. Bapa Uskup menegaskan beberapa hal terkait fokus pastoral keuskupan yaitu peningkatan pengetahun iman umat dan pemberdayaan ekonomi, potensi ekonomi yang mendukung; dan menjamin kehidupan para pastor bersama program pastoral. Ditegaskan pula oleh Bapa Uskup bahwa Quasi Paroki masih berada di bawah tanggung jawab paroki induk.

  1. Vikjen menyampaikan perlunya mempersiapkan struktur personalia dewan paroki yang terdiri dari orang awam katolik yang unggul demi mendukung terwujudnya reksa pastoral paroki. Pembentukan dewan paroki hendaknya mengikuti buku Pedoman Pastoral Keuskupan. Pastor Paroki bersama dewan paroki yang dibentuk menyusun program pastoral quasi paroki dengan memperhatikan fokus pastoral keuskupan yakni peningkatan pengetahuan iman umat dan pemberdayaan ekonomi.

Sekjen Keuskupan, Rm. Selis menyampaikan perihal administrasi paroki yang baik dan teratur, pengarsipan, penyimpanan arsip, pencatatan data umat, data pelayanan sakramen. Sekurang-kurangnya paroki harus memiliki 9 buku di sekretariat paroki (buku baptis, buku sakramen nikah, buku sakramen ekaristi, buku sakramen krisma, buku sakramen orang sakit, buku pencatatan kematian, buku pedoman pastoral keuskupan dan buku kronik paroki). Data umat yang baik menolong dewan paroki dalam merencanakan program pastoral.

Romo Ekonom menegaskan tentang perlunya tata kelola keuangan paroki yang benar,  iuran dan kolekte, pencatatan asset paroki (sertifikasi tanah paroki dan usaha paroki) menggali potensi-potensi ekonomi yang mendukung hidup para pastor dan pembiayaan program pastoral. Singkatnya asset paroki termasuk keuangan paroki harus dikelola secara bertanggung jawab demi terwujudnya reksa pastoral paroki.

Beberapa perwakilan tokoh umat dengan penuh semangat dan optimis menyatakan siap mendukung, memotivasi dan memberdayakan umat demi menjamin hidup pastor dan tercapainya program pastoral. Spirit “Datang bersama, jalan bersama, bangun bersama” digelorakan. Semangat itu sudah ditunjukkan dengan swadaya pembangunan gedung pastoran baru yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian. Semoga pada tahun 2020 ini harapan umat akan terbentuknya quasi paroki terlaksana.

Shopping Basket
Translate »