Mengenal Calon Imam Projo Yang Akan Ditahbiskan 01 Februari 2022

Weetebula – Uskup Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmundus Woga, CSsR, memutuskan untuk mentahbiskan dua orang calon imam pada tanggal 01 Februari 2022, mendatang. Dua calon imam tersebut di antaranya, Diakon Kanisius Mario Kurniawan Tolang dan Diakon Silvester Hermanus Pea. Keduannya adalah imam Projo Keuskupan Weetebula.

Mengenal lebih dekat imam baru yang akan ditahbiskan di Gereja Katedral Roh Kudus Weetebula pada tanggal 01 Februari 2022.

Diakon Kanisius Mario Kurniawan Tolang

Diakon Kanisius Mario Kurniawan Tolang biasa disapa Diakon Rio. Diakon Rio merupakan seorang calon Imam Projo Keuskupan Weetebula. Ia lahir di kota Kupang pada tanggal 29 April 1992. Anak pertama dari tiga orang bersaudara ini, dilahirkan dari pasangan suami-istri, yaitu Hendrik Tolang dan Yohana Mariana. Saat ini orang tuanya berdomisili di kota Waingapu-Sumba Timur.

Diakon Rio menjejaki  pendidikan formal di kota Waingapu. Ia bersekolah di SDK Anda Luri, Waingapu (1998-2005), kemudian ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah di SMPN 3 Waingapu (2005-2008). Ketertarikannya untuk menjadi imam sudah terpupuk sejak masih sekolah dasar. Sehingga setelah menamatkan sekolah menengah pertama, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan sebagai calon imam di SMA Seminari Sinar Buana, Sumba Barat Daya (2008-2012).

Seiring berjalannya waktu, Diakon Rio memenuhi panggilannya untuk memasuki Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Lo’o Damian, Atambua (2012-2013). Tidak berhenti sampai di sana, setelah menjalani penguatan rohani selama setahun lamanya, Diakon Rio melanjutkan pendidikan filsafat di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (2013-2017).

Selama menjalani pendidikannya, Diakon Rio tetap setia memegang panggilan mulianya itu. Setelah menyelesaikan pendidikan filsafat, ia kemudian menjalani tahun pertama masa (TOP) di Kuasi Paroki St. Markus Waikambala selama satu tahun (2017-2018). Sedangkan tahun kedunya di SMP Seminari Sinar Buana (2018-2019). Setelah menjalani masa TOP, kembali menjalani pendidikan teologi di Seminari Tinggi St. Mikael (2019-2021).

Masa penguatan, persiapan hingga melanjutkan pendidikan sudah ia lewati dengan baik. Akhirnya ia memutuskan untuk terus menjalankan panggilannya sampai menjadi Imam Tuhan. Sejarah mencatat, ia ditahbiskan menjadi seorang diakon pada tanggal 7 September 2021. Selanjutnya menjalankan praktek diakonat di Kuasi Paroki Santo Fransiskus Xaverius Gollu Sapi. Motivasinya untuk menjadi imam diperkuat dalam moto panggilan yang ia pilih: “Di dalam kesesakan Engkau memberi kelegaan kepadaku.”

Diakon Silvester Hermanus Pea

Diakon Silvester Hermanus Pea adalah seorang calon Imam Keuskupan Weetebula yang berasal dari Paroki Keluarga Kudus Nazaret Were. Ia lahir di Mataloko pada tanggal 22 Mei 1992, sebagai anak bungsu dari tiga orang bersaudara. Ia dilahirkan dari pasangan suami-istri, Kristiforus Dhulo dan Anastasia Dhiu (Alm), yang saat ini berdomisili di  Kampung Doka, Mataloko. Ia menjejaki pendidikan dasar di SDN Doka (1999-2005), kemudian melanjutkan pendidikan tingkat menengah di SMPN I Golewa (2005-2008).

Setelah menamatkan pendidikan di SMPN I Golewa, ia memutuskan suatu pilihan yaitu melanjutkan pendidikan sebagai calon imam di SMA Seminari Sinar Buana, Sumba Barat Daya (2008-2012). Selanjutnya ia memasuki Tahun Orientasi Rohani (TOR) Lo’o Damian di Atambua (2012-2013 ) dan mengenyam pendidikan filsafat di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (2013-2017) bersama Diakon Rio.

Setelah menyelesaikan pendidikan filsafat, ia menjalani tahun pertama masa (TOP ) di  Paroki Mari Bunda Selalu Menolong Kambajawa, Waingapu (2017-2018) dan tahun kedua di  Paroki St. Paulus Ande Ate (2018-2019).  Setelah menjalani masa TOP, ia kembali menjalani pendidikan teologi di Seminari Tinggi St. Mikael (2019-2021).

Bersama-sama dengan Diakon Rio, Diakon Silvester ditahbiskan menjadi Diakon pada tanggal 7 September 2021. Menjalani praktek diakonat di Pos Pelayanan Lulundilu- Paroki St. Andreas Ngalu. Motivasinya untuk menjadi imam diperkuat dalam moto panggilan yang ia pilih: “Tangan-Nya tetap denganku, bahkan lengannku digenggamnya.” Mazmur 89: 22. (komsosweetebula-risma).

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *